“Apa sih hal yang paling kalian banggakan dari diri kalian?” Sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh pemateri pada hari itu.Bagi saya, pertanyaan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dijawab. Kalaupun sudah menemukan jawabannya, biasanya saya malah menjadi ragu. “Ini kelihatannya sepele, sih. Orang lain pasti juga bisa,” atau “Kira-kira nanti dianggap sombong nggak, ya?”
Padahal, pertanyaan itu bisa menjadi bentuk latihan sederhana untuk belajar self-love. Contohnya adalah senyum dan keramahan yang menjadi hal paling dibanggakan oleh pemateri pada waktu itu. Meskipun terkadang ia menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa karena semua orang juga bisa melakukannya, ia merasa bahwa senyum dan keramahan telah membukakan banyak pintu rezeki dan kesempatan dalam hidupnya.
![]() |
| Latihan sederhana untuk belajar self-love |
Itulah mengapa ada kalanya kita perlu berani mengakui kelebihan yang kita miliki. Setiap orang memiliki keunikan yang berbeda-beda. Buktinya, pada webinar kemarin ada peserta yang tidak mudah FOMO, tidak menyerah meskipun gagal berkali-kali, sabar, sangat cheerful, mandiri, memiliki resilience, dan lain sebagainya. Keunikan-keunikan tersebut menjadi kekuatan yang dominan karena paling banyak membantu kita untuk bertahan (survive) dalam berbagai situasi kehidupan.
Karena itu, kekuatan/kelebihan yang dimiliki setiap orang tidak dapat dibandingkan. Belum tentu kekuatan yang dimiliki seseorang dapat diadopsi atau cocok diterapkan dalam kehidupan kita. Sebaliknya, bisa jadi kekuatan yang kita anggap biasa justru menjadi hal yang paling berharga bagi diri kita sendiri.
Jadi, coba luangkan waktu sejenak untuk mencari tahu apa hal yang paling kalian banggakan dari diri sendiri. Jika sudah menemukannya, tuliskan dan tempelkan di tempat yang paling sering kalian lihat. Dengan begitu, kita akan terus diingatkan bahwa, “Saya berharga. Saya memiliki kekuatan unik yang membuat saya mampu bertahan hingga saat ini, dan saya bangga akan hal itu.”
![]() |
| Tempelkan kelebihan di tempat yang mudah terlihat |
Apa Itu Self-Love?
Banyak definisi yang menjelaskan makna self-love. Secara sederhana, self-love berarti mencintai diri sendiri. Psikolog Andrea Brandt, Ph.D., M.F.T., menjelaskan bahwa self-love tidak hanya berkaitan dengan rasa bangga terhadap kelebihan yang kita miliki, tetapi juga kemampuan untuk menerima dan menghargai kelemahan. Sebab, kelemahan yang kita miliki merupakan bagian dari diri kita yang dapat membantu menumbuhkan belas kasih terhadap diri sendiri (Prihapsari dkk., 2024).Namun, menerima dan menghargai diri sendiri bukanlah hal yang mudah. Banyak orang, termasuk saya, masih kesulitan mencintai dirinya karena terlalu fokus pada kekurangan yang dimiliki. Mereka merasa bahwa kelemahannya jauh lebih banyak daripada kelebihannya sehingga muncul pertanyaan, “Bagaimana mungkin saya bisa bangga pada diri sendiri?” atau “Apa yang bisa saya cintai dari diri saya jika masih banyak kekurangan yang belum bisa saya perbaiki?”
![]() |
| Definisi Self-Love |
Padahal, self-love bukan berarti menganggap diri kita sempurna. Self-love justru mengajarkan kita untuk melihat diri secara lebih utuh, baik kelebihan maupun kekurangan yang ada di dalamnya.
Lalu, bagaimana jika seseorang merasa kelemahannya lebih banyak daripada kelebihannya?
Lalu, bagaimana jika seseorang merasa kelemahannya lebih banyak daripada kelebihannya?
Ketika Kelemahan (Weakness) Lebih Banyak daripada Kelebihan (Strength)
Ternyata, berbicara tentang strength dan weakness bukanlah persoalan kuantitas. Jadi, bukan tentang berapa banyak kelebihan maupun kekurangan yang kita miliki, tetapi apakah sebuah strength mampu membantu kita menghadapi tantangan dan mengatasi berbagai kelemahan tersebut. Itulah mengapa banyak ahli mendefinisikan strength sebagai kekuatan unik yang membantu seseorang bertahan (survive) dan berkembang dalam kehidupannya.Sebagai contoh, seseorang mungkin merasa memiliki banyak kelemahan. Ia merasa kurang pandai berbicara di depan umum, kurang percaya diri, mudah gugup, dan tidak terlalu cepat memahami sesuatu. Namun, di sisi lain ia memiliki satu kekuatan yang sangat dominan, yaitu pantang menyerah. Kekuatan itulah yang membuatnya terus belajar, berlatih, dan bangkit setiap kali mengalami kegagalan. Pada akhirnya, satu kekuatan tersebut mampu membantunya menghadapi berbagai kelemahan yang dimiliki.
Karena itu, self-love bukan berarti menghitung mana yang lebih banyak antara kelebihan dan kekurangan. Self-love adalah kemampuan untuk mengenali kekuatan yang kita miliki, menghargainya, dan menggunakannya untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan begitu, kita tidak lagi terjebak pada pikiran bahwa diri kita dipenuhi kekurangan, melainkan mulai menyadari bahwa kita juga memiliki sesuatu yang membuat kita mampu bertahan hingga hari ini.
![]() |
| Ketika kelemahan lebih banyak daripada kelebihan |
Namun, bagaimana jika ada orang yang merasa tidak punya kelebihan yang bisa dibanggakan?
Jika Merasa Tidak Ada yang Dapat Dibanggakan
Sama seperti peserta webinar lain pada hari itu, sebelum mengambil talents mapping saya pernah berpikir, “Bagaimana jika saya merasa tidak punya kelebihan apa-apa untuk dibanggakan?”Karena waktu itu saya sulit melihat kekuatan dalam diri sendiri. Barangkali ini karena saya yang terlalu sering berfokus pada kekurangan, kesalahan, atau kegagalan yang pernah dialami.
Padahal, belum tentu kita benar-benar tidak memiliki kelebihan. Sebagai manusia, kita memiliki blind spot yang membuat kita tidak selalu mampu menilai diri sendiri secara utuh. Akibatnya, ada banyak hal baik dalam diri kita yang justru lebih mudah dilihat oleh orang lain dibandingkan oleh diri kita sendiri.
Karena itu, kita perlu meminta feedback dari orang-orang yang sering berinteraksi dengan kita, baik keluarga, kerabat, teman, rekan kerja, maupun teman kampus. Cobalah bertanya kepada mereka, “Menurutmu, apa kekuatan atau keterampilan yang paling menonjol dalam diri saya?” Bisa jadi ada hal-hal yang selama ini kita anggap biasa saja, tetapi ternyata merupakan kekuatan yang dilihat dan dihargai oleh orang lain.
![]() |
| Meminta feedback kepada orang terdekat |
Dari jawaban-jawaban tersebut, kita dapat mulai mengenali pola tentang diri kita. Mungkin kita dikenal sebagai orang yang sabar, pendengar yang baik, mudah beradaptasi, tekun, atau tidak mudah menyerah. Hal-hal yang tampak sederhana itu sering kali justru menjadi strength yang membantu kita bertahan dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa diri kita tidak memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan. Terkadang, kekuatan terbesar kita bukanlah sesuatu yang spektakuler, melainkan hal-hal sederhana yang selama ini telah menjadi bagian dari diri kita. Mengenali dan menghargai kekuatan tersebut merupakan salah satu bentuk self-love yang dapat kita latih setiap hari.
Oleh karena itu, jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa diri kita tidak memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan. Terkadang, kekuatan terbesar kita bukanlah sesuatu yang spektakuler, melainkan hal-hal sederhana yang selama ini telah menjadi bagian dari diri kita. Mengenali dan menghargai kekuatan tersebut merupakan salah satu bentuk self-love yang dapat kita latih setiap hari.
Penutup
Jadi, kalau suatu hari ada yang bertanya, “Apa sih hal yang paling kamu banggakan dari dirimu?”, semoga kita tidak lagi sulit menjawabnya, ya. Sebab, setiap orang memiliki kekuatan yang unik dan berharga, termasuk diri kita sendiri. Mengenali dan menghargai kekuatan tersebut merupakan salah satu cara sederhana untuk belajar mencintai diri sendiri.Selamat menemukan hal yang paling kamu banggakan dari dirimu, ya.





Posting Komentar
Posting Komentar