Hai, selamat datang di Lensa Amelia. Tempatnya Amelia merekam cerita menjadi untaian aksara. Btw, sudah lama banget ya, blog ini sepi.
Berkedok alasan kuliah, saya jadi jarang banget menulis di sini. Tapi sebenarnya, apa iya hanya karena kuliah? Karena bidang ilmu Teknik Informatika yang saya pelajari tidak langsung berkaitan dengan kepenulisan? Jangan-jangan, itu cuma alasan untuk menutupi rasa malas.
Padahal, seharusnya kuliah justru jadi privilege untuk rajin menuangkan ilmu yang telah dipelajari. Meskipun bukan belajar cara menulis artikel, mengoptimalkan SEO, atau membangun audiens, ilmu-ilmu teknis IT juga sebenarnya bisa loh dikorelasikan dengan kehidupan keseharian kita. Misalnya, ilmu tentang manajemen proyek perangkat lunak yang ternyata bisa dijadikan sebagai jembatan ketika seorang developer menyampaikan rencana pembuatan software kepada atasannya yang non IT. Sekarang sudah banyak content creator atau blogger yang menyajikan informasi dengan topik yang teknis menjadi tulisan yang relevan dan mudah dipahami bagi orang yang non teknis.
Selama empat tahun, saya juga menyadari bahwa menulis merupakan salah satu cara untuk mengolah informasi yang telah dipelajari. Hasil dari tulisan bisa menjadi bukti seberapa pahamnya kita dengan ilmu yang telah didapati. Di era gempuran konten pendek (short content) dan AI yang serba instan, menulis menjadi langkah untuk mengatasi brain rot karena melibatkan pikiran kita untuk fokus membaca, memahami, dan menyusun kembali informasi yang telah diperoleh menjadi sesuatu yang dapat dipahami. Proses inilah yang jadi alasan utama saya menghidupkan kembali blog yang hampir mati suri ini.
Ada sebuah tulisan dari platform substack yang menurut saya menarik.
Kutipan dari Sam Rinko di Substack
Sebagai anak usia 20-an yang sadar sedang terkena brain-rot, pernyataan itu terasa seperti tamparan. Sebagai anak yang sudah terbiasa doomscrolling sehingga mudah bosan terhadap konten yang berbentuk panjang, kini saatnya saya mengalihkan kebiasaan itu dengan membaca konten-konten panjang. Terlihat seperti membosankan sebenarnya, tapi sebenarnya hidup itu mengajarkan kita untuk harus tahan dan konsisten untuk melakukan hal-hal yang membosankan. Tapi jangan lupa juga untuk dibarengi dengan refleksi supaya tahu apa saja yang perlu diperbaiki. Jadi ingat dulu waktu SD kelas 4 dan 5 mengikuti lomba bercerita di ajang FLS2N (gatau ya sekarang masih ada apa engga lomba bidang itu). Alhamdulillah menang dua tahun berturut-turut. Tapi di balik menang itu, saya harus pulang agak terlambat dari teman yang lain karena harus latihan setiap pulang sekolah.
Ada Apa Saja di Blog Ini?
Salah satu bakat kuat saya dari hasil tes talents mapping tahun lalu adalah typewriting. Typewriting merupakan kegiatan mengetik atau memasukkan data untuk menghasilkan dokumen, berkas, artikel, dan lain-lain. Bakat kuat tersebut yang mendorong saya untuk mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan hasil belajar saya, entah itu hasil dari seminar/webinar tentang pengembangan diri, teknologi, ataupun insights menarik dari buku yang telah dibaca.Tulisan-tulisan pada blog ini dibagi menjadi tujuh kategori, yaitu sebagai berikut.
1. Buku, berisikan resensi, catatan bacaan, dan insights dari buku yang telah dibaca.
2. Kepenulisan dan blogging, berisikan tentang catatan dari webinar, seminar, maupun kelas menulis dan blogging.
3. Pengembangan diri, berisikan tentang refleksi diri yang kemudian digabungkan dengan informasi dari seminar, webinar, ataupun insight dari buku yang berkaitan dengan topik pengembangan diri.
4. Teknologi, berisikan informasi tentang teknologi
5. Karya Sastra, berisikan karya sastra seperti puisi, prosais, dan cerpen yang bergenre fiksi realita.
6. Info, berisikan tulisan-tulisan bebas yang tidak berkaitan dengan topik apapun.
7. Lingkungan, berisikan tulisan-tulisan tentang lingkungan.

Amelln, so proud of you, penulisan bener² tapi, dan mudah dimengerti, selalu semangat menulisnya amell, aku bakal jadi pembaca setia, setiap blogmu💘
BalasHapustengkyu fit <3
BalasHapus